Kegiatan Kami

Berikut adalah kegiatan yang telah dilaksanakan di Yayasan Zad Al Insaniyyah Cipanas

  • 17Jul,2023

    Tidak Ada Kata Terlambat untuk Menghafal Al-Qur'an

    Penulis : Waskito

    Foto Kegiatan Tidak Ada Kata Terlambat untuk Menghafal Al-Qur'an

    Profil Hafizhah MTZ - Jihan Nur Hidayah, Dia adalah seorang Hafizhah yang baru menyelesaikan masa pendidikan tahfizh-nya di Markaz Tahfizh Zad Cipanas. Jika dihitung dari bulan Agustus 2018, saat menyelesaikan hafalan 30 juz, Jihan Nur Hidayah membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Selesai hafalan pada 26 Februari 2019.

    Jihan adalah putri kedua dari tiga bersaudara, anak dari pasangan Lukmanul Hakim dan Hamimah. Lahir di Serang pada 2 Juni 1997. Kini tinggal di Banjar, Jawa Barat.

    Jihan telah mulai merintis hafalan sejak kelas III SMA, sekitar tahun 2014. Sejak itu dia mulai merintis hafalan sedikit demi sedikit. Proses ini terus berlanjut, hingga dia masuk pendidikan tahfizh di MTZ Cipanas, dan alhamdulillah berhasil menyelesaikan hafalan dengan baik.

    Menurut Jihan, kesulitan yang dihadapi saat proses menghafal ialah FOKUS. Jika kita mampu fokus, kemajuan akan cepat tercapai. Sebaliknya, jika pikiran bercabang-cabang terus, akan menyulitkan mencapai hafalan. Selain itu, perlu pembiasan dalam melafazhkan kosa kata Arab yang sulit (mufrodaat). Dengan pembiasaan akan lebih memudahkan.

    Tentu saja dorongan orangtua sangat berarti bagi Jihan. Secara pribadi dia ingin menyematkan MAHKOTA berkilau kepada kedua orangtuanya saat di Hari Akhirat nanti. Juga ingin mendapatkan SYAFAAT dari Al-Qur’an agar bisa menarik keluarga terdekat ke surga. (Amiin).

    Dia sangat berharap, prestasi hafalan yang tercapai bisa bermanfaat bagi dirinya sendiri, juga bagi masyarakat sekitarnya. Dengan demikian dia bisa menjalani hidup dengan akhlak Al-Qur’an. Bagi masyarakat luas, dia berharap agar selalu dekat dengan Al-Qur’an. “Minimalnya, kita memiliki waktu bersama Al-Qur’an setiap harinya,” kata Jihan.

    Jihan sendiri bertekad akan terus berinteraksi dengan Al-Qur’an. “Tentu untuk menyempurnakan hafalan adalah keinginan para penghafal Al-Qur’an, karena bagaimana pun dalam Bahasa Arab disebutkan istilah HAMILUL QUR’AN (para pembawa Al-Qur’an). Ini bukan hanya menghafal, tetapi juga menerapkan isinya. Dan satu langkah awal yang saya inginkan adalah meng-itqon-kan dengan mempelajari tafsirnya,” urai Jihan menambahkan.

    Saat ditanya, pesan-pesan apa yang ingin disampaikan…?

    Jihan mengatakan: “Pesan paling utama, jangan pernah tinggalkan Al-Qur’an, sebagai pedoman hidup Muslim. Ingatlah bahwa Allah telah berjanji sebanyak empat kali dalam Al-Qur’an, bahwa Al-Qur’an itu mudah. Jangan pernah katakana sulit, walau merasa rumit, karena bisa jadi perkataan itulah yang menjadikannya sulit. Dan jangan pernah katakan  terlambat  untuk mempelajari atau menghafal Al-Qur’an, karena selama ada kemauan, di situ selalu ada jalan. Rintangan yang ada dihadapi untuk menjadi semakin kuat, bukan menjadi semakin lemah dan berputus-asa.”

    Allahummarhamna bil qur’an… Ya Allah, rahmati kami dengan Al-Qur’an.

Kegiatan Terbaru

Yayasan Zad Al-Insaniyyah Cipanas Copyrights © All rights reserved. Tim IT Zad Al Insaniyyah

cianjur